Umbul Ponggok, Zonk Kulitnya Jackpot Isinya!

view underwater umbul ponggok

view underwater umbul ponggok

Kali ini saya akan membagi pengalaman Trip singkat Sonorkeling eh Snorkeling di Umbul Ponggok Klaten. Umbul Ponggol terletak di jalan Klaten menuju arah Boyolali tepatnya di 7°36’48″S   110°38’15″E. Umbul Ponggok adalah sebuah kolam renang dengan air yang mengalir langsung dari mata air pegunungan. Didalamnya terdapat batu-batu besar dan pasir putih seperti didalam laut, namun bedanya tidak ada batu karang. Tempat ini sering digunakan oleh Unit Selam UGM untuk berlatih dan beberapa penggemar snorkel di seklitar Klaten, Solo, dan Jogjakarta.

Saya (Farid S Widagdo) bersama tiga teman seperjuangan yaitu Muhammad Faris, Fauzani Akbar, dan Cahyo Widiantoro. Melakukan trip setengah hari dengan naik motor dari Jogja menuju Umbul Ponggok pada hari Minggu, 3 Februari 2013. Rencananya trip ini dilaksanakan tanggal 2 Februari 2013 hari Sabtu sebelumnya, karena Cahyo sedang terkapar dan Faris mendapat tugas negara akhirnya diundur hari Minggu.

Minggu, 3 Februari 2013

SMS jarkom untuk kumpul jam 07.30 di Baciro namun baru kumpul jam 09.30. Maklumlah yang namanya karet sudah menjadi kebiasaan kami. Namun saya ucapkan terimakasih kepada saudara Kencot alias Cahyo yang sudah datang tepat waktu. Berangkat dari Baciro sekitar jam 09.40 dengan menggunakan motor. Jalur yang kami gunakan adalah  Baciro – Jalan Solo – Klaten – Ponggok – Umbul Ponggok. Dengan sedikit bertanya kebeberapa orang di pinggir jalan, sekitar jam 11.20 kami  akhirnya sampai di Umbul Ponggok.

Begitu melihat Tulisan Umbul Ponggok kami sangat senang, seperti anak balita yang diberi mainan baru. Jelas girang karena setelah perjalanan 1,5 jam dari Jogja akhirnya sampai juga. Namun kegirangan itu hanya berlangsung beberapa detik saja setelah kami melihat kolamnya. Jeger!!! Tidak ada yang percaya bahwa ini tempatnya, kami menilai ini dengan ZONK! Kenapa? Karena hanya berbentuk kolam dengan warna air perpaduan antara hijau dan biru serta ada perahu bebek! Ini kolam ikan apa tempat latihan snorkel?

Sedikit miris perjalanan kami dihadapkan dengan pertunjukan seperti ini, sudah naik motor 1,5 jam dengan tanya-tanya warga lagi. Yah itu lah kehidupan, terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Dari pada jauh-jauh tidak mendapat apapun, akhirnya masuk juga. Dengan sedikit menahan geli tawa kami masuk dengan membayar biaya masuk sebesar Rp. 3.000 per orang. Untuk parkir motor sebesar Rp. 1.000 per motor.

Disini nuansanya dimanipulasi seperti nuansa Pulau Bali. Terlihat dari pohon-pohon yang diberi sarung kotak-kotak berwarna hitam-putih. Selain itu ada gambar dua gunung di tembok sebelah barat dan menggambarkan ada aliran sungai hingga ke kolam ini. Tampak 2 buah kolam berukuran kecil yang dilengkapi “prosotan” kecil disamping lukisan gunung.

view umbul ponggok

view umbul ponggok

nuansa bali terlihat dari pohon yang diberi sarung kotak-kotak

nuansa bali terlihat dari pohon yang diberi sarung kotak-kotak

Saya dan teman-teman memilih lokasi untuk duduk di sebelah selatan kolam dekat dengan penjual makanan. Disini ada 3 warung yang menjual makanan. 2 warung berbentuk tenda dengan makanan berupa makanan ringan/snack dan minuman ringan, sedangkan 1 warungberbentuk seperti warteg (warung tegal) yang menyediakan makanan berat dan minuman hangat. Yang istimewa dari warung ini adalah tempe mendoannya, dijamin gak bakal sia-sia mengeluarkan  duit Rp. 500.

Duduk dipinggir kolam masih meratapi nasib kami yang mendapat kejutan seperti ini. Kejutan berupa kolam dengan lumut-lumut disetiap tepi, ikan-ikan berkeliaran, perahu bebek bergoyang-goyang, dan tidak ada satu sisi yang meyakinkan saya bahwa ini tempat latihan snorkeling. Memperiapkan mental untuk turun kedalam kolam sangat sulit dilakukan. Sekilas kolam ini nampak dalam, karena ketika kami masuk dan bertanya pada penjaganya. Dia mengatkan bahwa “kedalamannya kurang lebih 1,5 meter mas. Mending dipinggir aja kalo gak bisa berenang.”.

Kemudian satu unit ban dalam bekas milik sebuah truk kami pinjam untuk berjaga-jaga jika kedalaman lebih dari 1,5 meter. Dengan membayar biaya sewa sebesar Rp. 3.000, kami sudah bisa menggunakan ban tersebut selama seharian. Setelah meminjam alat keselamatan (sebut saja ban dalam) kami mempersiapkan “Kamera Under Water” yang sudah kami bawa. Pemeriksaam kamera dan uji coba celup sudah aman. Saatnya berceburan ria!

Tidak salah jika kami meminjam alat keselamatan, karena kedalaman 1,5 meter hanya di bagian tepi saja dan bagian tengah bisa sampai 1,8 meter. Satu persatu kami memcoba mencari foto underwater dengan segala bentuk, dari pose kelelep, pose senyum, pose takut, dan pose saat renang. Kemudian kami mencoba membuat video dengan kamera tersebut (katanya sih kualitas videonya udah HD). Satu segmen pemotretan dan rekaman sudah usai, kami mencoba melihat hasil video dan fotonya. Dan ternyata hasilnya istimewa!

Buka laptop untuk liat hasil foto dan video

Buka laptop untuk liat hasil foto dan video

Cahyo Widiantoro

Cahyo Widiantoro

Farid Sancoyo Widagdo

Farid Sancoyo Widagdo

hati-hati bisa tenggelam

hati-hati bisa tenggelam

Hunting foto underwater berlanjut, saya mencoba menuju ketengah kolam dengan harapan bisa meminjam kacamata renang. Memang saya lagi beruntung bisa meminjam alat itu, langsung saya coba menyelam di kedalaman 1,8 meter ini. Dan WOW! Ini yang namnya JACKPOT!

lokasi paling asik untuk foto underwater

lokasi paling asik untuk foto underwater

ada ikan warna merah. ikan apa itu ya?

ada ikan warna merah. ikan apa itu ya?

kacamata renang yang saya pinjam

kacamata renang yang saya pinjam

tralis besi seperti kandang hiu

tralis besi seperti kandang hiu

Pemandangan suetiap sudut kolam dari bawah air memang istimewa sekali. Rasanya pengen nyelam lebih lama dari 30 detik. Kemudian si pemilik menyarankan ke bagian yang banyak batunya di sebelah barat kolam. Ada juga tempat berbentuk kerangkeng seperti sel tahanan yang membuat nuansa underwater mirip di laut. Mantap, tempat ini menyimpan JACKPOT besar didalam air, walaupun kemasan luarnya ZONK!

Matahari sudah tertutup awan hitam, saatnya kami bergegas untuk pulang. Tidak lupa kami berterimakasih dengan para pemilik kacamata renang yang telah bersedia meminjamkan kacamata renang. Ketika sampai di parkiran langsung hujan turun (seperti lagu SO7) dan langsung tancap gas menuju Kota Klaten untuk mencari makan. Saat diperjalanan menuju klaten hujan sudah reda, namun ketika sampai di Kota Klaten tiba-tiba hujan turun cukup deras. Akhirnya karena kepepet kami langsung menuju angkringan terdekat.

pemilik kacamata renang

pemilik kacamata renang

Kami terdampar di Angkringan Pak Sabar didepan sebuah rumah makan besar. Angkringan Pak Sabar ini sangat istimewa. Kami bisa mendapatkan fasilitas berupa Wifi, WC, mushola, parkir gratis dan tidak kehujanan. Yang paling istimewa lagi, kami mendapat voucher potongan sebesar Rp. 3.500 per orang. Udah makanannya enak, bisa dapet potongan harga lagi. Bener-bener dapet JACKPOT!

mampir kesini dulu untuk makan sore. dijamin asik. ada HIK juga.

mampir kesini dulu untuk makan sore. dijamin asik. ada HIK juga.

pemilik angkringan pak sabar. namanya juga pak sabar.

pemilik angkringan pak sabar. namanya juga pak sabar.

ini tempat makan sore kita. asik, bersih, murah, yang pasti enak banget!!

ini tempat makan sore kita. asik, bersih, murah, yang pasti enak banget!!

Perut sudah kenyang, hati sudah tenang, foto-foto sudah ada, video juga banyak, saatnya pulang dengan ditemani guyuran hujan.

Pelajaran yang saya dapatkan dari sini adalah, “Jangan menilai sesuatu hanya dari penampilan luarnya saja, lihat dalamnya baru kita bisa menilai dengan bijaksana”. Jogja, Kami Kembali!

Budget dari Jogja:

Transportasi PP (bensin motor) : Rp. 10.000.

Masuk Objek : Rp. 3.000.

Sewa Ban : Rp. 3.000.

Parkir Motor : Rp. 1.000.

Terimakasih kepada:

Umbul Ponggok

Angkringan Pak Sabar

Pemilik Kamera Under Water

Pemilik Kacamata Renang


maskot-visit-jateng-2013_logo-a183