KUKANG, Si Primata yang Primitif

KUKANG (SUKU: LORISIDAE)

Kukang, merupakan primata Prosimian, yang didalamnya masuk subsuku Prosimii, yang artinya primata primitif, bila dibandingkan dengan jenis primata lain. Sebab ciri-ciri anatominya, ditemukan pada satwa menyusui, akan tetapi tidak dimiliki oleh jenis primata. Misal adanya tapetum, lapisan retina mata yang merupakan lapisan yang bergerak reflek bila terkena sinar, dan merupakan ciri khas satwa yang aktif pada malamhari. Ciri ini ditemui pada kucing dan anjing atau satwa mamalia yang aktif pada malam hari lainnya.

Sedangkan anatomi reproduksi prosimian mendekati primata lainnya. Seperti memiliki permukaan uterus (bicornuate) dan plasenta. Beberapa jenis prosimian  4 puting susu, walaupun hanya satu ekor anak saat melahirkan. Masa siklus birahi 37-54 hari. Masa bunting lebih kurang 190-195 hari, tergantung dari jenisnya. Anak lahir hanya satu ekor, dan diasuh selama 6-9 bulan. Lama hidup dalam penangkaran dapat mencapai 12-14 tahun.

Lorisidae, khususnya keluarga Kukang atau sering disebut Malu-malu, terdiri dari 8 marga (genus) dan terbagi lagi ke dalam 14 jenis. Penyebarannya cukup luas, mulai dari Afdka sebelah selatan Gurun Sahara, India, Srilanka, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dari 8 marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga, yaitu Nycticebus. Marga Nycticebus, terdiri atas 5 jenis, yaitu:

1 . Nycticebus caucang yang tersebar, Semenanjung Malaya, Sumatera dan Kalimantan serta kepulauan sekitamya.

2. Nycticebus pygmaeus tersebar di Indocina, Laos dan kamboja.

3. Nycticebus bengalensis, tersebar di India hingga Thailand.

4. Nycticebus javanicus, hanya tersebar di Jawa.

5. Nycticebus menagensis, hanya tersebar di Kalimantan serta kepulauan sekitarnya.

Gambar Untuk Kukang:

bagai-kukang-dalam-sangkar

379px-Smit.Faces_of_Lorises

Sumber:

http://id.wikipedia.org

Supriatna, Jatna dan Edy Hendras Wahyono. 2000. Panduan Lapangan Primata Indonesia. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.

Thanks to:

Panduan Lapangan Primata Indonesia

Panduan Lapangan Primata Indonesia

omar_rayo-2012-hpWikipedia-logo-de