Jalan-jalan Malam Taman Sri Tanjung dan Pantai Boom

masih dalam TRIP UJUNG TIMUR PULAU JAWA

Sabtu, 29 Desember 2012

Sampai juga di Banyuwangi tepatnya di kecamatan Benculuk dan lebih tepatnya lagi sampai di kediaman Si Tho/Arif Widodo. Dari sinilah trip Banyuwangi dimulai. Ditempat ini kami sarapan, mandi, dan beristirahat seharian untuk memulihkan lelah akibat perjalanan 15 jam didalam bis. Tiba-tiba mendung muncul dengan cepat sehingga menurunkan hujan di siang menuju sore ini. Beberapa menit setelah hujan reda, ada inisiatif untuk jalan-jalan ke “Rumah Kelelawar” di seberang sungai belakang rumah. 5 orang dari kami bergegas menuju rumah kelelawar itu walaupun masih sedikit gerimis yang tidak dihiraukan. Ketika menginjakkan kaki diseberang sungai kecil itu, kami disuguhi pemandangan menarik disini. Vegetasi Trembesi super tua dan pastinya super besar berjajar di hadapan kami. Ini dia ke unikan kecamatan benculuk yang belum terekspose oleh para traveler, karena memang bukan tempat wisata. Disini ada tulisan “Dilarang Masuk” tetapi ada beberapa motor yang parkir diarea ini.

suasana kebersamaan dirumah Arif, Benculuk

suasana kebersamaan dirumah Arif, Benculuk

pohon Trembesi dekat rumah kelelawar

pohon Trembesi dekat rumah kelelawar

foto dulu bersama pohon-pohon besar :-D

foto dulu bersama pohon-pohon besar😀

jembatan yang kami gunakan untuk menyebrang

jembatan yang kami gunakan untuk menyebrang

tulisan dilarang masuk di daerah vegetasi trembesi

tulisan dilarang masuk di daerah vegetasi trembesi

Jadual trip pertama dilaksanakan sehabis sholat Magrib dari kecamatan Benculuk menuju kota Banyuwangi. Kami menuju Kota Banyuwangi dengan menggunakan mobil Kijang warna merah maroon yang diisi 9 orang penumpang termasuk supir.Untuk menuju kota Banyuwangi dimulai dari kecamatan Benculuk melalui kecamatan Srono dan Rogojampi. Baru beberapa menit perjalanan dari benculuk, tiba-tiba kami dikagetkan dengan terserempetnya sepeda motor disisi kiri mobil. Untung pengendara motor tersebut tidak jatuh dan untungnya lagi tidak mengejar mobil yang kami kendarai. Kejutan tersebut terjadi di sekitar kecamatan Srono. Dan akhirnya sampailah kami di Kota  Banyuwangi dengan disambut patung kuda, sekilas mirip dengan patung kuda yang ada di Pulau Bali (mungkin yang disini sodaranya).

Begitu tiba di Kota Banyuwangi kami menuju rumah salah satu teman kami. Disana kami disediakan makan malam berupa semangkuk bakso sapi istimewa untuk masing-masing orang. Tujuan utamanya adalah menjemput salah satu teman kami yang berangkat dari Surabaya. Setelah cukup makan dan cukup minum, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi taman Sri Tanjung. Mobil kijang merah kembali beraksi, kini membawa 11 orang sekaligus (sudah termasuk sopir).

Suasana taman Sri Tanjung cukup ramai, terdapat jajaran pedagang kaki lima yang teratur dan tersebar lampion-lampion disekitarnya. Disini lebih cenderung dijadikan tempat berkumpul keluarga,karena banyak pedagang kaki lima berbagai macam menu dan masakan sekaligus persewaan otopet untuk anak-anak. Kami memutuskan untuk duduk didekat lampion dan lampu taman berbentuk bola. Kami disini berniat mengembalikan tas salah satu teman kami yang terbawa turun di Benculuk. Akhirnya, tanpa menunggu lama dia pun datang, kami pun senang karena sudah tidak ada tanggungan lagi.

Kegiatan di taman Sritanjung belum berakhir. Kami disini membeli satu deck kartu remi. Memainkan dengan cara anak-anak yaitu permainan “minuman” dengan jumlah pemain 11 orang. Permainan berlangsung cukup lama dan cukup seru, jumlah pemain yang banyak menjadikan permainan terasa sangat lama dan menegangkan. Akhirnya pada pukul 22.00 kami memutuskan untuk menyelesaikan permainan dan berpindah mengunjungi pantai Boom.

main kartu dulu di Taman Sri Tanjung Banyuwangi

main kartu dulu di Taman Sri Tanjung Banyuwangi

Pantai Boom merupakan pantai terdekat dari kota Banyuwangi dan terdekat dari taman Sri Tanjung. Berhubung malam minggu dan jam sudah menunjukan pukul 22.00 disini banyak terdapat pasangan muda-mudi sedang asik berpacaran dikegelapan malam. Setelah memutuskan untuk memarkirkan mobil, kami semua turun untuk melihat lebih dekat ke pantai. Dari pantai ini dapat terlihat lampu-lampu pelabuhan Ketapang yang berjajar rapi dan pulau Bali yang terlihat samar-samar. Berhubung saat itu cuaca cerah dan bulan terlihat dengan jelas, laut pun dapat terlihat lebih jelas tanpa menggunakan senter atau alat penerangan lain.

Setelah cukup lama menikmati suasana pantai Boom di timur pulau jawa dengan penerangan cahaya bulan, kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Saat kami sampai di parkiran mobil, tiba-tiba ada sesosok wanita berkerudung yang berjabat tangan dengan mas Yoha (nama lengkap Yohanes Danang). Wanita itupun menjadi perbincangan selama perjalanan pulang, apalagi setelah diketahui namanya adalah Dinda. Mobil kijang merah melaju menuju pusat kota Banyuwangi dengan berisikan 12 orang termasuk supir, 2 orang wanita, dan sisanya adalah lelaki. 2 orang yang tinggal di Kota Banyuwangi kami turunkan satupersatu dirumahnya. Dan 10 orang lainnya kembali ke Benculuk, kemudian ada 2 orang yang kembali ke desa Curah Jati. Perjalanan hari ini cukup sampai disini.

*Bagaimanakah hari selanjutnya?? Baca selengkapnya di TIGA SUDUT TAMAN NASIONAL ALAS PURWO

Video Perjalanan Hari ini: