DASAR TEORI SILVIKULTUR ACARA VI (MENCANGKOK [AIR LAYERAGE])

SILVIKULTUR

ACARA VI

MENCANGKOK (AIR LAYERAGE)

Coas: Septiana 2010

TINJAUAN PUSTAKA

Mencangkok adalah teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Teknik ini relatif sudah lama dikenal oleh petani dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada cara mencangkok akar tumbuh ketika masih berada dipohon induk (Prastowo, 2006).

Cangkok adalah proses perbanyakan tanaman dengan cara melukai cabang tanaman dan menutupnya dengan media cangkok, kemudian dari luka tersebut muncul akar (Ambarwati, 2007).

Keuntungan pembibitan dengan sistem cangkok yaitu produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya. Dan tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan. Sedangkan kerugian pembibitan dengan sistem cangkok yaitu pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering, tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang, pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong, dan dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini (Prastowo, 2006).

Media untuk mencangkok bisa menggunakan cocopit atau serbuk sabut kelapa ataupun cacahan sabut kelapa. Dapat pula digunakan campuran kompos/pupuk kandang dengan tanah (1:1). Waktu pelaksanaan sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan, sehingga cangkokan tidak akan kekeringan. Selain itu dengan mencangkok di awal musim hujan akan tersedia waktu untuk menanam hasil cangkokan pada musim itu juga (Prastowo, 2006).

Pembungkus cangkok sangat dianjurkan untuk memakai pembungkus plastik. Kelebihan memakai plastik yaitu relatif lebih murah dan mudah diperoleh; kedap air sehingga media tetap basah dan tak perlu disiram; pembungkus dari plastik mudah dilepas; akar-akar yang baru tumbuh dalam cangkokan tidak akan putus karena tidak melekat di plastik (Rahardja & Wahyu, 2007).

Akar yang akan dicangkok harus berukuran sebesar pensil, usia sedang dengan tanda warna kulit kayu abu-abu putih, tidak hijau, dan tidak cokelat. Ranting harus dipilih yang sehat, tidak ada tanda-tanda kena amur atau serangan hama. Pengupasan kulit kayu akan memutus aliran zat makanan dari daun, sehingga zat makanan akan menumpuk di dekat sayatan atas dan merangsang pertumbuhan akar (Rahardja & Wahyu, 2007).

DAFTAR PUSTAKA:

Ambarwati, Siti. 2007. Budi Daya Tanaman Hias. Ganeca Exact: Bandung.

Prastowo, N., J.M. Roshetko. 2006. Teknik Pembibitan dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah. World Agroforestry Center: Bogor.

Rahardja, P.C. dan Wahyu Wiryanta. 2007. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. AgroMedia Pustaka: Jakarta.

Special Thanks to: