Dasar Teori Silvikultur Acara V (Okulasi dan Penyambungan)

SILVIKULTUR

ACARA V

OKULASI DAN PENYAMBUNGAN

Coas: Septiana 2010

TINJAUAN PUSTAKA

Okulasi merupakan penempelan mata tunas dari tanaman batang atas ke tanaman batang bawah yang keduanya bersifat unggul. Dengan cara ini akan terjadi penggabungan sifat-sifat baik dari dua tanaman dalam waktu yang relatif pendek dan memperlihatkan pertumbuhan yang seragam. Tujuan utama membuat bibit okulasi adalah agar produksi bisa lebih tinggi (Tim Penulis PS, 2008).

Okulasi adalah cara menghidupkan salah satu bagian dari pohon induknya, yaitu mata tunas. Mata tunas yang sudah dipisahkan dari induknya tidak akan dapat hidup tanpa alat atau bahan yang menghidupkannya. Alat atau bahan penghidup mata tunas ini disebut batang bawah (Tim Penulis PS, 2008).

Penempelan atau okulasi (budding) adalah penggabungan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Bagian tanaman yang ditempelkan atau disebut batang atas, entres (scion) dan merupakan potongan satu mata tunas (entres) (Prastowo, 2006).

Waktu terbaik pelaksanaan okulasi adalah pada pagi hari, antara jam 07.00-11.00 pagi. Karena saat tersebut tanaman sedang aktif berfotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam kondisi aktif dan optimum. Diatas jam 12 siang daun mulai layu. Tetapi ini bisa diatasi dengan menempel ditempat yang teduh, terhindar dari sinar matahari langsung (Prastowo, 2006).

Okulasi merupakan tempelan mata tunas suatu tanaman yang sudah diketahui lebih unggul kepada bibit atau batang tanaman lain yang hendak diperbaiki kualitasnya. Grafting merupakan penyambungan bagian tanaman ke tanaman jenis lain yang akan diperbaiki kualitas-nya . seperti halnya pada okulasi, kedua tanaman yang disambung sudah diketahui kelebihan atau keunggulannya (Mangoendidjojo, 2003).

Bagian bawah (yang mempunyai perakaran) yang menerima sambungan disebut batang bawah (rootstock atau understock) atau sering disebut stock. Bagian tanaman yang disambung atau ditempelkan disebut batang atas (scion). Bila scion merupakan sepotong batang atas atau cutting, proses penggabungan antara batang bawah dan batang atas tersebut disebut grafting. Bila scion hanya berupa satu mata tunas yang digabungkan dengan batang bawah secara penempelan, proses penggabungan tersebut dinamakan okulasi atau budding (Mangoendidjojo, 2003).

Grafting dan budding merupakan cara pembiakan tanaman secara vegetatif untuk membentuk populasi tanaman secara klonal, bila cara penyetekan tidak dapat dilakukan. Ada beberapa tanaman yang dapat dengan mudah dilakukan penyetekan, tetapi ada pula tanaman yang lebih mudah dibiakan dengan penyambungan atau penempelan(Mangoendidjojo, 2003).

DAFTAR PUSTAKA

Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar-dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius: Yogyakarta.

Prastowo, N., J.M. Roshetko. 2006. Teknik Pembibitan dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah. World Agroforestry Center: Bogor.

Tim Penulis PS. 2008. Panduan Lengkap Karet. Niaga Swadaya: Jakarta.

Special Thanks to: